secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pada kuartal I 2026, EMAS mencatat produksi emas awal sebesar 1.818 ounces dengan volume penjualan perdana sebesar 516 ounces. Capaian tersebut menandai tonggak penting bagi Tambang Emas Pani dalam bertransformasi dari tahap konstruksi menuju operasi komersial.
Sejalan dengan proses ramp-up produksi, Perseroan terus mengembangkan area tambahan heap leach pad secara bertahap untuk mendukung peningkatan penumpukan bijih dan produksi emas sepanjang semester I 2026.
Selain memperkuat kapasitas heap leach, EMAS juga sedang mengembangkan fasilitas Carbonin-Leach (CIL) sebagai pilar peningkatan kapasitas pengolahan jangka panjang di Tambang Emas Pani. Pekerjaan awal fasilitas CIL telah dimulai sejak akhir 2025, mencakup konstruksi CIL pad, pembangunan fasilitas pendukung kontraktor, serta persiapan tailing storage facility.
Perseroan juga tengah memfinalisasi pembaruan Definitive Feasibility Study (DFS), dengan target pengambilan Final Investment Decision (FID) pada akhir kuartal II 2026.
Dengan kombinasi heap leach dan CIL, EMAS memperkuat fondasi operasional Tambang Emas Pani guna mendukung peningkatan skala produksi.