EMAS juga menyelesaikan pencatatan sekunder di papan utama The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX) pada Juni 2026, memperluas akses perseroan kepada investor internasional.
Di segmen hilir nikel, PT ESG New Energy Material memproduksi 5.194 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (“MHP”) pada 1T26, didukung oleh pengiriman bijih yang lebih efisien setelah penyelesaian Feed Preparation Plant di Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) dan jalur pipa slurry menuju IMIP pada kuartal IV-2025 lalu. Proyek HPAL PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) telah menyelesaikan commissioning pada akhir kuartal II 2026 dan saat ini menunggu penerbitan Izin Usaha Industri (IUI). Produksi dijadwalkan meningkat secara bertahap sepanjang semester kedua 2026.
MDKA mempertahankan posisi likuiditas yang solid sepanjang kuartal tersebut. Per 31 Maret 2026, Perseroan memiliki kas dan bank sebesar USD545 juta serta fasilitas pinjaman yang belum digunakan sebesar USD130 juta. Rasio utang bersih terhadap EBITDA berada pada level 3,0 kali, di bawah batas rasio yang dipersyaratkan sebesar 5,0 kali.
"Ke depan, MDKA berada pada posisi yang baik untuk melanjutkan momentum kinerja kuartal I 2026, didukung oleh penguatan margin emas, peningkatan volume bijih nikel, peningkatan produksi Tambang Emas Pani secara bertahap, pengembangan proyek hilir nikel, serta kemajuan Proyek Tembaga Tujuh Bukit. Perseroan akan terus berfokus pada alokasi modal yang disiplin, efisiensi operasional, dan pengembangan portofolio yang terdiversifikasi untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang," kata Albert.
(Rahmat Fiansyah)