Besarnya kebutuhan pembangunan data center dinilai membuka peluang bagi kontraktor swasta dan kontraktor besar, baik domestik maupun asing, terutama ketika BUMN karya masih menghadapi keterbatasan pendanaan.
Salah satu emiten yang dinilai berpotensi mendapat manfaat dari tren tersebut adalah PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL).
RHB mencatat kontrak baru TOTL mencapai Rp2,78 triliun pada semester I-2026, tumbuh 11,8 persen secara tahunan, dengan proyek data center menjadi salah satu pendorong utama.
Hingga semester I-2026, TOTL memiliki kontrak data center sekitar Rp4 triliun. Perseroan juga memiliki posisi kas bersih Rp864,9 miliar, yang menurut RHB menjadi salah satu faktor pendukung di tengah peluang pertumbuhan konstruksi data center.
Meski demikian, RHB masih mempertahankan pandangan netral terhadap sektor konstruksi. Rekomendasi dan target harga untuk ADHI dan PTPP saat ini masih dalam peninjauan.