Dalam dokumen tersebut, PT Nextier Datamate Center selaku pengendali dengan kepemilikan 65,1 persen siap menebus seluruh haknya senilai Rp1,65 triliun.
Rights issue ini tidak menetapkan pembeli siaga (standby buyer). Apabila saham baru tidak diambil, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lain. Jika masih ada sisa, maka saham baru tersebut tidak dikeluarkan dari portepel.
Sesuai jadwal, batas akhir rights di pasar reguler dan negosiasi yakni 30 Oktober 2026. Sedangkan masa perdagangan sekaligus pelaksanaan ditetapkan pada 5-18 November 2026.
(Rahmat Fiansyah)