Manajemen menjelaskan, langkah delisting ini dilakukan seiring perubahan strategi bisnis dalam grup Digital Edge, di mana Perseroan kini menjadi bagian dari ekosistem perusahaan tersebut. Di mana kegiatan usaha Indonet akan lebih banyak ditopang oleh grup perusahaan.
Dengan demikian, perseroan menilai tidak lagi memerlukan pendanaan dari pasar modal maupun rencana penggalangan dana melalui bursa dalam waktu dekat.
Selain itu, status sebagai perusahaan tertutup akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi manajemen dalam menjalankan strategi bisnis.
Perseroan juga ingin lebih fokus pada pengelolaan portofolio investasi dan aset tanpa tekanan volatilitas harga saham di pasar publik.
Sebagai informasi, Indonet melantai di Bursa pada 8 Februari 2021. Harga saham EDGE saat ini berada di level Rp4.790, di bawah harga IPO yang sebesar Rp7.375. Jumlah pemegang saham publik tercatat sebanyak 1.695 orang dengan free float 7,9 persen.
(DESI ANGRIANI)