Manajemen menyebut, dana yang digunakan untuk pelaksanaan buyback bukan berasal dari hasil penawaran umum maupun pinjaman atau utang dalam bentuk apa pun. Dengan demikian, aksi korporasi ini tidak akan membebani struktur pendanaan perseroan.
Lebih lanjut, buyback dinilai dapat memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal, termasuk untuk mengoptimalkan struktur permodalan perusahaan serta memperkuat performa harga saham.
Hingga Senin (11/5/2026), saham GOTO masih berada di level Rp50 sejak awal Mei. Saham emiten ride-hailing itu sudah terkoreksi 15,25 persen dalam tiga bulan dan minus 21,88 persen secara year to date (ytd).
(DESI ANGRIANI)