Hal tersebut, dikayakan Theodorus, juga sekaligus menjadi wujud komitmen MTEL dalam memastikan ekspansi bisnis Perseroan, agar senantiasa dapat dilakukan secara bertanggung jawab.
Lebih lanjut, MTEL juga menegaskan fokusnya dalam mendukung masa depan konektivitas yang merata dan berkelanjutan melalui pengembangan green tower initiatives, termasuk pemanfaatan energi terbarukan melalui perkuatan portfolio layanan Power as a Service (PaaS) dan integrasi sistem panel surya (Solar Panel System) untuk menunjang kebutuhan daya pada menara dan perangkat operator telekomunikasi.
"Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, namun juga memperkuat peran Perseroan dalam mendukung transisi energi bersih di sektor infrastruktur digital.
Theodorus juga menyatakan bahwa kolaborasi ini mencerminkan kuatnya fundamental ESG Mitratel, yang terkonfirmasi dari pencapaian ESG Risk Rating perusahaan di level 18,8 dengan kategori Low Risk berdasarkan penilaian Morningstar Sustainalytics. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan Mitratel dalam mengelola risiko keberlanjutan secara konsisten di tengah pertumbuhan bisnis yang terus berkembang.
Sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi terbesar dari sisi kepemilikan menara di Indonesia, MTEL terus memperkuat ekosistem digital melalui integrasi layanan menara, fiber, dan solusi energi. Inisiatif ini tidak hanya membuka akses terhadap pembiayaan hijau, namun juga mempertegas peran Perseroan sebagai enabler utama dalam pembangunan ekosistem konektivitas nasional yang berkelanjutan.