AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Moody's Tingkatkan Outlook Rating jadi Positif untuk Lippo Karawaci (LPKR)

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 24 November 2021 12:47 WIB
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengumumkan perolehan outlook rating ‘Positif’ dari lembaga pemeringkat Moody’s .
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengumumkan perolehan outlook rating ‘Positif’ dari lembaga pemeringkat Moody’s . (Foto: MNC Media)
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengumumkan perolehan outlook rating ‘Positif’ dari lembaga pemeringkat Moody’s . (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengumumkan perolehan outlook rating ‘Positif’ dari lembaga pemeringkat Moody’s setelah mengkaji ulang kinerja bisnis perusahaan, posisi finansial, dan likuiditas.

Pemberian rating ini meningkatkan posisi LPKR sebelumnya yang memiliki rating ‘Stable’.

"Peringkat Perusahaan tetap B3, sedangkan perubahan Outlook menjadi "Positif” merupakan bukti perbaikan arus kas operasi Perusahaan holding melalui pertumbuhan yang kuat pada pra penjualan, penyelesaian proyek yang sedang berjalan, dividen anak perusahaan serta negosiasi ulang biaya subsidi sewa yang produktif," kata manajemen LPKR dalam Keterbukaan Informasi, Bursa Efek Indonesia, Rabu (24/11/2021).

Lebih lanjut Moody’s mencatat posisi kas LPKR cukup untuk menutupi biaya selama 18 bulan ke depan, tanpa bergantung pada penjualan aset.

Moody’s mencatat LPKR telah meningkatkan target pra penjualan untuk tahun FY21 sebesar 34% menjadi Rp4,7 triliun (dari Rp3,5 triliun) karena pencapaian pra penjualan hingga periode Januari - Oktober 2021 telah mencapai Rp4,4 triliun.

Selanjutnya, Moody’s menetapkan target pra penjualan FY22 sebesar Rp5,2 triliun dan meyakini akan ada keberlanjutan bisnis residensial dengan harga terjangkau yang dikelola LPKR.

Moody’s menekankan adanya perbaikan pada likuiditas perusahaan holding yang juga menandakan kecukupan likuiditas selama 12-18 bulan ke depan. Hingga periode Januari - September 2021, perusahaan melaporkan posisi kas perusahaan holding ada di posisi Rp2,3 triliun

Sebagai catatan, sepanjang sembilan bulan pertama 2021, LPKR melaporkan pendapatan mencapai Rp10.9 trilliun atau naik 44% dengan nilai EBITDA yang juga naik 84% menjadi Rp2.9 triliun.

Adapun kenaikan pendapatan ini ditopang oleh meningkatnya bisnis real estat sebesar Rp3,0 triliun dari Rp2,4 triliun.

Moody’s mencatat kemungkinan menaikkan rating LPKR jika arus kas operasi pada level perusahaan holding berada di area positif dan perusahaan tidak bergantung kepada penjualan aset, serta rasio hutang menunjukkan perbaikan.

"Kedepannya perusahaan bertujuan untuk memperbaiki rasio hutang terhadap EBITDA yang dapat dicapai melalui pembayaran hutang atau pertumbuhan EBITDA. Berdasarkan antisipasi perbaikan performa mall dan hotel pada FY22, Perusahaan memperkirakan kemungkinan perbaikan dalam rasio ini," pungkas manajemen. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD