MSCI membuat sejumlah indeks berdasarkan kawasan atau negara. Misalnya, MSCI Emerging Markets (EM) dengan keranjang yang berisikan saham-saham di negara berkembang. Selain itu, MSCI juga membuat MSCI Indonesia yang di dalamnya saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Peran MSCI sangat vital karena saham-saham yang keluar atau masuk indeks diikuti oleh banyak dana pasif (passive fund). Saham yang masuk indeks akan dibeli, begitu juga sebaliknya jika keluar akan dijual.
Dengan demikian, keputusan terbaru MSCI berdampak besar terhadap saham-saham yang memiliki keterkaitan kuat dengan dana asing, meski ada dampak tak langsung terhadap saham-saham lainnya.
MSCI berencana meninjau ulang status pasar saham Indonesia dari Emerging Market (EM) menjadi Frontier Market (FM), sejajar dengan negara-negara seperti Bangladesh dan Zimbabwe.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisniawan mengatakan, pengumuman terbaru MSCI memicu keluarnya dana asing dari pasar saham Indonesia. Keputusan pembekuan berlaku langsung dalam review Februari 2026. Pada perdagangan kemarin, dana asing yang keluar mencapai Rp6,2 triliun.