sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

MSCI Tekan IHSG, Saham-Saham Prajogo-Bakrie Jadi Beban

Market news editor Rahmat Fiansyah
29/01/2026 10:14 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada sesi pembukaan perdagangan Kamis (29/1/2026).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada sesi pembukaan perdagangan Kamis (29/1/2026). (Foto: iNews Media Group)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada sesi pembukaan perdagangan Kamis (29/1/2026). (Foto: iNews Media Group)

"(MSCI) juga menyoroti risiko lanjutan bahwa perbaikan transparansi yang tidak memadai sampai Mei 2026 dapat berujung pada penurunan bobot, bahkan reklasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market," katanya dalam riset, Kamis.

Sementara itu, BEI merespons pengumuman MSCI dengan menyampaikan komitmen untuk meningkatkan kredibilitas pasar modal. BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya juga akan berkoordinasi dengan MSCI.

Sejalan dengan hal tersebut, BEI berkomitmen meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI melalui berbagai langkah perbaikan struktural. Salah satunya dengan menyediakan informasi yang lebih akurat, andal, dan selaras dengan praktik terbaik global serta ekspektasi pemangku kepentingan internasional.

"Sebagai langkah konkret, BEI telah mengumumkan data free float saham secara komprehensif melalui situs resmi BEI sejak 2 Januari 2026. Ke depan, data tersebut akan disampaikan secara rutin setiap bulan," kata BEI.

Erindra menilai, keputusan MSCI tersebut terutama berdampak pada saham-saham seperti BUMI, PTRO, IMPC, dan DSSA. Selain itu, saham-saham yang selama ini menjadi koleksi asing juga ikut tertekan seperti BBCA, BMRI, hingga ASI.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement