Ekspansi tersebut ditujukan untuk memperkuat portofolio pipa berdiameter besar dan bernilai tambah dengan margin yang lebih tinggi. Langkah ini sekaligus membuka segmen produk yang sebelumnya belum dapat diproduksi ISSP.
Phintraco menyebut ISSP membidik permintaan dari sejumlah proyek, mulai dari data center, ketahanan energi, kawasan industri, perumahan, irigasi, hingga penyediaan air bersih. Perseroan juga telah berpartisipasi dalam proyek transmission pipeline Dumai-Sei Mangkei.
Dari sisi kinerja, ISSP membukukan pendapatan Rp2,84 triliun pada semester I-2026, tumbuh 8,5 persen YoY. Laba bersih meningkat 12,7 persen YoY menjadi Rp240,5 miliar, sementara gross margin membaik menjadi 21,1 persen dari 19,9 persen.
Sementara, dari sisi valuasi, MTDL saat ini diperdagangkan pada PBV 1,36 kali dan PER 10,17 kali. Angka tersebut berada di atas rata-rata subsektor Technology Hardware & Equipment masing-masing sebesar 1,14 kali dan 7,75 kali.
Kemudian, ISSP memiliki valuasi yang relatif lebih rendah dengan PBV 0,56 kali dan PER 6,75 kali, dibandingkan rata-rata subsektor Basic Materials masing-masing sebesar 1,44 kali dan 11,14 kali. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.