AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Muamalat Siap Melantai di BEI, Ini Kata Analis

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 09 September 2021 07:29 WIB
Bank Muamalat Tbk siap memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Muamalat Siap Melantai di BEI, Ini Kata Analis (FOTO:MNC Media)
Muamalat Siap Melantai di BEI, Ini Kata Analis (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Muamalat Tbk siap memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Saat ini, Bank Muamalat tercatat sebagai perusahaan terbuka tetapi belum mencatatkan sahamnya di BEI. Pengamat Pasar Modal, Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada memandang kesempatan persaingan perbankan syariah masih terbuka lebar mengingat banyaknya produk seperti tabungan, deposito, gadai, hingga pembiayaan syariah. 

"Sama-sama bank syariah, penerapan fiqihnya sama, jenis produknya sama, tinggal bagaimana mereka (Bank Muamalat) mengelola," kata Reza saat dihubungi MNC Portal, Selasa (7/9/2021). 

Menurutnya kinerja perbankan di Tanah Air musti bisa terus mempertahankan kinerja internal dan fokus terhadap target segmentasi pasar. "Harus ada upaya untuk mempertahankan pangsa pasar, positioning, dan kinerja," tutur Reza. 

Di samping itu, perbankan syariah perlu mengoptimalkan dan mempertahankan pengembangkan produk syariah, sebagaimana dikatakan Reza diversifikasi produk, pemasaran, harus dipertahankan. 

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Muamalat telah menetapkan pelaksanaan Rights Issue. Mengacu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 3/POJK.04/2021 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal, tertulis bahwa perusahaan yang melakukan penawaran efek bersifat ekuitas wajib untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. 

Artinya, bagi perusahaan yang mau melakukan Rights Issue diharuskan terdaftar terlebih dahulu di bursa. Direksi Bank Muamalat dalam RUPSLB menegaskan bahwa Rights Issue dilakukan dengan penerbitan saham baru perseroan paling banyak 40 miliar lembar saham Seri C dengan harga pelaksanaan sebesar Rp30,- per lembar saham. 

Jika penerbitan saham baru seluruhnya laku terjual, maka modal ditempatkan dan disetor Perseroan akan mendapat tambahan modal Rp1,2 triliun. Sebanyak 93,9% pemegang saham juga menyetujui penambahan modal dasar perseroan mencapai Rp5.6 triliun, terdiri dari Rp165,3 miliar Saham Seri A, Rp4,2 triliun Saham Seri B, dan Rp1,2 triliun Saham Seri C. 

Perseroan juga mengumumkan apabila saham yang ditawarkan dalam Rights Issue tidak seluruhnya diambil, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional. 

Perseroan juga terbuka terhadap pembeli siaga dan menyatakan bahwa pemegang saham lama yang tidak melakukan hak HMETDnya bakal mengalami dilusi atau penurunan persentase kepemilikan saham. 

Menilik komposisi pemegang saham, Islamic Development Bank masih menjadi pemegang mayoritas dengan persentase 32,74%. Disusul Bank Boubyan (22,00%), Atwill Holdings Limited (17,91%), National Bank of Kuwait (8,45%), Pemegang saham lain (6,19%), IDF Investment Foundation (3,48%), dan lainnya di bawah 3 persen.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD