AALI
9750
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1355
ACES
1205
ACST
187
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
172
ADRO
2180
AGAR
362
AGII
1435
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
725
AKSI
750
ALDO
1305
ALKA
296
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.20
-0.08%
-0.40
IHSG
6554.11
-0.21%
-14.06
LQ45
938.00
-0.14%
-1.34
HSI
24247.54
0.02%
+3.93
N225
27044.27
-0.32%
-87.07
NYSE
16340.32
-0.45%
-73.65
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
851,136 / gram

Mustika Ratu (MRAT) Bukukan Penjualan Rp176 Miliar di Semester I-2021

MARKET NEWS
Tia Komalasari/IDXChannel
Jum'at, 27 Agustus 2021 21:49 WIB
Perseroan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp176,3 Miliar pada Semester I-2021.
Perseroan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp176,3 Miliar pada Semester I-2021. (Foto: MNC
Perseroan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp176,3 Miliar pada Semester I-2021. (Foto: MNC

IDXChannel - PT Mustika Ratu,Tbk (MRAT) mengadakan acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) dan Public Expose di Jakarta. Perseroan menyampaikan kinerja keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2020 serta pemaparan strategi Perseroan pada tahun buku 2021.

Presiden Komisaris Djoko Ramiadji, menyampaikan bahwa Dewan Komisaris mendukung penuh kinerja Direksi dalam pengambilan keputusan strategis Perseroan selama tahun 2020 sehingga Perseroan mampu mencatatkan kinerja yang lebih baik. Strategi ini dilakukan untuk lebih memaksimalkan penjualan perseroan. 

"Perseroan telah melakukan berbagai upaya strategis untuk tetap mempertahankan pasar ditengah kepungan pandemi, salah satunya dengan membagi divisi sales dan marketing menjadi 2 yaitu Beauty dan HealthCare,"ujarnya melalui siaran pers, Jumat (27/8/2021).


Sampai dengan semester I tahun 2021, Perseroan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp176,3 Miliar atau 23.2%  dibandingkan semester I 2020 sebesar Rp 143,1 miliar. Kenaikan penjualan ini disumbang oleh segmen Beauty sebesar 51,5% dan segmen Health Care sebesar 276,7%.  

Secara Operasional, Perseroan memperoleh laba bersih pada semester I 2021 sebesar Rp. 2,3 miliar meningkat sebesar Rp.803,8 juta atau mengalami kenaikan sebesar 55,3% dibandingkan dengan semester I 2020 sebesar Rp. 1,5 miliar.
Salah satu strategi Perseroan adalah dengan mengembangkan penjualan pada produk-produk kesehatan (Health Care) dan bekerjasama dengan PT Indofarma Global Medika yaitu salah satu anak perusahaan PT. Indofarma Tbk (INAF) di medical channel serta memperluas jangkauan distribusi melalui kerjasama dengan PT. Sinarmas  Distribusi Nusantara (SDN) yang memiliki 330.000 titik distribusi di Indonesia.

Perseroan juga berekspansi melalui channel telemedicine platform untuk memperkuat dan meningkatkan awareness konsumen terhadap produk-produk Perseroan, khususnya di platform digital dengan menggandeng berbagai Key Opinion Leader (KOL). 

Perseroan berencana membidik target pasar yang lebih luas dan memperkuat lini produk yang telah ada. Dengan menargetkan kaum milenial, penetrasi produk Jejamu juga akan lebih dioptimalkan terlebih lagi momentum saat ini kesehatan dan jamu tumbuh signifikan di tengah pandemi. Dari sisi ekspor, Perseroan juga akan terus fokus pada negara-negara yang telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penjualan.


Peta bisnis dalam industri healthcare terutama sejak pandemi menerpa Indonesia saat ini memberikan tantangan besar sekaligus menjadikan peluang bagi Perseroan untuk dapat berkembang lebih pesat. Perseroan menyadari bahwa pola perilaku konsumen sudah bergeser terutama sejak adanya pandemi ini. Pandemi COVID-19 telah menjadi katalis bagi konsumen untuk switching consumer behaviour dari offline menjadi online. 

Dewan Komisaris menilai, direksi telah melakukan reformasi manajemen yang efektif dan efisien dan hal tersebut berdampak pada performa Perseroan sepanjang 2020. Perseroan berhasil memberikan penjualan bersih pada tahun 2020 senilai Rp318,4 milyar, meningkat sebesar Rp. 13,2 milyar atau 4% bila dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp305,2 miliar. 

Keberhasilan Direksi meningkatkan penjualan bersih dipengaruhi oleh keberhasilan Perseroan menjalankan transformasi 4.0 dan kejelian Perseroan melihat peluang dengan diversifikasi produk dengan peluncuran inovasi produk terbaru yakni Hand Sanitizer dan suplemen kesehatan Herbamuno+ (HealthCare Division), sehingga penurunan omset di segmen lain dapat tergantikan oleh peningkatan omset di lini HealthCare.

“Inovasi yang dilakukan Perseroan sejak tahun 2020 dengan cara melakukan diversifikasi produk dengan meluncurkan inovasi produk terbaru yaitu Hand Sanitizer dan suplemen kesehatan Herbamuno+ (Health care division). Peningkatan penjualan bersih disebabkan oleh keberhasilan Perseroan menjalankan transformasi 4.0 . Dan terbukti dengan kehadiran produk baru diatas mampu meningkatkan penjualan bersih Perseroan secara signifikan, “ jelas Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) Bingar Egidius Situmorang. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD