"Untuk saham-saham tertentu yang secara umum karena terkonsentrasi kemudian likuiditasnya menjadi terbatas, tetapi mudah memengaruhi kenaikan dan penurunan harga secara signifikan, sekarang kita kecualikan untuk masuk ke dalam indeks utama," kata Hasan.
Meski bukan sebuah praktik pelanggaran, Hasan mengatakan, saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi perlu menjadi perhatian emiten karena konsentrasi kepemilikan yang tinggi dapat berdampak terhadap likuiditas saham dan persepsi investor.
Hasan menilai, pengumuman mengenai saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi juga memberikan kesadaran baru bagi emiten maupun investor. Sebelumnya, sejumlah emiten kemungkinan belum memberikan perhatian besar terhadap struktur konsentrasi kepemilikannya karena belum terdapat mekanisme pengumuman tersebut.
Bagi investor, status HSC menjadi salah satu informasi tambahan dalam mempertimbangkan risiko investasi. Investor dengan profil risiko yang lebih konservatif berpotensi menghindari saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi karena karakteristik likuiditas dan volatilitasnya.