"Keputusan hari ini adalah langkah yang mudah," ujar seorang analis di Rystad, Jorge Leon, dikutip dari Reuters, Minggu (1/11/2026).
"Ujian yang jauh lebih berat akan datang pada pertemuan tingkat menteri pada 29 November, saat OPEC+ harus menentukan kerangka produksi untuk tahun 2027,” tambahnya.
Harga minyak melonjak lebih dari 2 persen pada Jumat (30/10/2026), dengan minyak mentah Brent ditutup di angka hampir USD118 per barel — level tertinggi sejak April — seiring dengan antisipasi para pedagang terhadap potensi eskalasi perang yang melibatkan Iran pasca pemilihan paruh waktu (midterm elections) di Amerika Serikat.
Badan Energi Internasional (IEA) dan sejumlah lembaga peramal lainnya telah memberikan peringatan mengenai potensi kelebihan pasokan pada 2027, seandainya arus ekspor dari kawasan Teluk kembali normal.
"OPEC+ menghadapi keputusan yang sangat sulit untuk 2027," tambah Leon.
Dia mengatakan kelompok tersebut harus menyusun rencana di tengah ketidakpastian besar terkait perang yang melibatkan AS dan Iran, kecepatan pemulihan arus melalui Selat Hormuz, serta besarnya surplus yang mungkin muncul begitu pasokan minyak yang sempat terganggu kembali mengalir ke pasar."