Pada titik terendahnya, S&P 500 sempat turun lebih dari 9 persen dari rekor sebelumnya, sementara Nasdaq anjlok hampir 14 persen.
Namun, sentimen pasar berbalik sejak akhir Maret, didorong harapan deeskalasi konflik. Kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan antara AS dan Iran pada 7 April menjadi katalis utama, yang mendorong S&P 500 menguat sekitar 7,6 persen sepanjang bulan ini.
Analis Jim Reid dari Deutsche Bank menilai, kecepatan pemulihan pasar tergolong luar biasa. Dalam 11 sesi perdagangan terakhir, S&P 500 mencatatkan kenaikan lebih dari 10 persen, sebuah fenomena yang jarang terjadi.
“Reli secepat ini sangat jarang, rata-rata hanya terjadi sekali dalam beberapa tahun,” ujarnya.
Meski demikian, Kepala strategi makro LPL Financial, Kristian Kerr menilai, penguatan pasar saat ini lebih banyak didorong oleh penyesuaian posisi dan aksi short covering, bukan aliran dana baru yang kuat.