Sementara itu, segmen nikel ditargetkan mencatat penjualan sekitar 2 juta ton pada 2025 dan tetap stabil tahun depan. UNTR kini melanjutkan pengembangan smelter RKEF di tambang Stargate, yang dijadwalkan mulai uji coba pada kuartal IV-2025 dan beroperasi penuh pada awal 2027.
Terkait rencana penerapan bea ekspor emas oleh pemerintah, UNTR berupaya mengalihkan sebagian penjualan ke pasar domestik. Perseroan mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah pembeli lokal, termasuk Aneka Tambang (ANTM) dan Hartadinata Abadi (HRTA).
Namun, manajemen belum dapat memberikan estimasi proporsi volume yang dapat dialihkan, mengingat saat ini segmen emas UNTR masih sangat bergantung pada pasar ekspor.
Outlook: tekanan berlanjut, diversifikasi jadi kunci
Riset Stockbit menilai, outlook bisnis inti UNTR belum menunjukkan perbaikan berarti, sejalan dengan analisis sebelumnya dalam laporan Unboxing Mining Contractors. Karena itu, pandangan terhadap saham UNTR tetap berada di posisi netral.
"Secara umum, kami menilai outlook kinerja bisnis inti UNTR masih cenderung menantang, sehingga kami mempertahankan pandangan yang cenderung netral terhadap UNTR," tulis riset Stockbit, Selasa (18/11/2025).