3 Cara Penentu Valuasi Saham
1. Discounted Cash Flows
Secara teori, metode ini merupakan metode penilaian bisnis yang cukup luas. Metode perhitungan ini sering diajarkan di perguruan tinggi. Dalam perhitungan ini, setiap aset adalah nilai saat ini (present value) dari arus kas masa depan.
Investor akan membutuhkan banyak informasi sebelum menentukan nilai bisnis menggunakan discounted cash flows. Cara ini cukup teknis dan membutuhkan bantuan spreadsheet atau komputer untuk menghitungnya.Namun, pada praktiknya, investor bisa melakukan valuasi saham menggunakan rasio-rasio keuangan penting. Salah satunya adalah rasio harga saham terhadap laba per saham (Price-to-earning ratio atau rasio P/E).
2. Rasio Harga Saham Terhadap Laba per Saham
Menggunakan rasio P/E adalah cara mudah untuk mengukur nilai perusahaan. Dalam metode ini yang dimaksud dengan harga adalah harga saham sedangkan laba adalah laba per saham yang dihitung dari laba setelah pajak dibagi dengan jumlah saham perusahaan.
Rasio ini menunjukkan jumlah tahun yang dibutuhkan perusahaan untuk mengembalikan aset dari pendapatannya. Misalnya, jika rasio P/E suatu perusahaan adalah 20, berarti perusahaan tersebut menghasilkan keuntungan sebesar 5% dari nilai asetnya setiap tahun. Investor terkadang menggunakan rasio P/E untuk mengukur ketahanan perusahaan. Semakin tinggi rasio P/E perusahaan, semakin kuat kemampuannya untuk melindungi keunggulan kompetitifnya.