Pusat perbelanjaan selama ini menjadi penopang utama kinerja Pakuwon. Sewa ritel menyumbang hingga 55 persen, diikuti hotel dan serviced apartment 20 persen, sewa perkantoran 4 persen, penjualan kondominium 14 persen, penjualan rumah 6 persen, dan penjualan perkantoran 1 persen.
EBITDA perseroan untuk 2025 mencapai Rp3,71 triliun, tumbuh 3 persen dari Rp3,58 triliun. Margin EBITDA turun dari 54 persen menjadi 52 persen.
Sepanjang 2025, Pakuwon mencatat angka prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp1,3 triliun, terutama berasal dari penjualan unit apartemen di Pakuwon Mall Surabaya dan Pakuwon Residences Bekasi serta didukung penjualan rumah tapak di Grand Pakuwon dan Pakuwon City township.
Dari total marketing sales tersebut, sekitar 63 persen berasal dari program insentif PPNDTP yang dicanangkan pemerintah sejak 2023. Komposisi penjualan terdiri dari condominum dan office 62 persen serta landed house 38 persen.
Di samping itu, Pakuwon juga merealisasikan belanja modal Rp1,21 trilun pada 2025. Alokasi ini terutama digunakan untuk proyek konstruksi Superbok Pakuwon Mall Bekasi serta Pakuwon City Mall Surabaya tahap 3 dan 5.
(Rahmat Fiansyah)