AALI
12125
ABBA
186
ABDA
6250
ABMM
3010
ACES
980
ACST
159
ACST-R
0
ADES
5850
ADHI
685
ADMF
8050
ADMG
180
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1975
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
1015
AKSI
350
ALDO
895
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.53
-0.5%
-2.74
IHSG
6876.69
-0.54%
-37.45
LQ45
1011.67
-0.42%
-4.27
HSI
20226.65
0.57%
+114.55
N225
26779.81
0.12%
+31.67
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
876,842 / gram

Pasar Asia Tunggu Pertemuan Fed, Rupiah Hari Ini Menguat Rp14.315 per Dolar AS

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 24 Januari 2022 09:55 WIB
Nilai mata uang tukar rupiah hari ini mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin pagi (24/1/2022).
Pasar Asia Tunggu Pertemuan Fed, Rupiah Hari Ini Menguat Rp14.315 per Dolar AS
Pasar Asia Tunggu Pertemuan Fed, Rupiah Hari Ini Menguat Rp14.315 per Dolar AS

IDXChannel - Nilai mata uang tukar rupiah hari ini mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin pagi (24/1/2022). Berdasarkan pantauan di pasar spot Bloomberg hingga pukul 09:20 WIB, rupiah naik 20 poin atau 0,14% di harga Rp14.315 per 1 dolar AS.

Pasar uang di kawasan Asia Pasifik terpantau bergerak variatif atas Dolar mengawali awal pekan, seperti Yuan China naik 0,08% di 6,3338, Yen Jepang koreksi -0,15% di 113,86, dan Baht Thailand turun -0,27% di 33,000. Dolar Hong Kong naik stagnan 0,00% di 7,7861, dan Dolar Australia stagnan 0,00% di 0,7183.

Adapun Won Korea Selatan anjlok -0,13% di 1.194,09, Ringgit Malaysia stagnan 0,00% di 4,1850, dan Dolar Singapura turun -0,03% di 1,3446. Peso Filipina tertekan -0,19% di 51,346, dan Dolar Taiwan melemah -0,08% di 27,713.

Indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap sekeranjang mata uang pagi ini unggul tipis 0,06% menjadi 95,70. Kenaikan tersebut membebani dolar Australia (AUD) dan Selandia Baru (NZD) menjelang pengumuman inflasi domestik di kedua negara tersebut. Dolar negara Kiwi itu masih mengalami tekanan di 0,6707, dan berisiko merosot hingga 0,6590.

Saat ini pasar masih menanti pertemuan Federal Reserve yang akan digelar 25 - 26 Januari 2022 dan diperkirakan akan semakin memperjelas kenaikan suku bunga AS mulai Maret mendatang. Hal ini bakal memberi ancaman terhadap aset berisiko.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD