sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pasar Global Terpolarisasi di 2026, Sektor Mana Jadi Pemenang?

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
06/02/2026 10:41 WIB
Pasar global memasuki 2026 dengan konfigurasi baru yang ditandai polarisasi multidimensi.
Pasar Global Terpolarisasi di 2026, Sektor Mana Jadi Pemenang? (Foto: Freepik)
Pasar Global Terpolarisasi di 2026, Sektor Mana Jadi Pemenang? (Foto: Freepik)

IDXChannel – Pasar global memasuki 2026 dengan konfigurasi baru yang ditandai polarisasi multidimensi.

Di satu sisi, ketidakpastian masih membayangi akibat tensi geopolitik dan perbedaan arah kebijakan moneter global.

Di sisi lain, kantong-kantong pertumbuhan kuat bermunculan, terutama didorong lonjakan investasi dan permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam riset terbarunya, BCA Sekuritas yang dirilis 4 Februari 2026 menilai dunia tengah memasuki fase “Great Reset”, di mana super-siklus (super-cycle) AI melampaui batas geografis dan sektoral, menciptakan pemenang dan pecundang baru di berbagai industri.

Teknologi, energi, hingga komoditas dinilai berpotensi menjadi sektor unggulan di tengah lanskap global yang terfragmentasi.

Ketegangan geopolitik menjadi risiko utama yang terus membayangi pasar.

BCA Sekuritas mengidentifikasi tiga konflik besar yang berpotensi menekan sentimen sepanjang 2026, yakni hubungan Amerika Serikat (AS)-China yang fluktuatif, upaya AS mempertahankan hegemoninya, serta konflik Eropa-Rusia yang diperkirakan mencapai puncaknya tahun ini.

Kondisi tersebut, kata BCA Sekuritas, berpotensi mendorong permintaan aset lindung nilai seperti emas dan perak, sekaligus memengaruhi dinamika pasar energi global.

Di tengah dunia yang terbelah antara kubu pengetatan dan pelonggaran suku bunga, negara berbasis komoditas dengan kebijakan moneter dovish, seperti Indonesia, dinilai memiliki peluang.

Namun, peluang tersebut tetap harus dihadapi dengan kehati-hatian, mengingat ketidakpastian global masih sangat tinggi. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement