“Kita perlu sedikit aware dengan metodologi MSCI free float yang akan difinalkan pada 30 Januari,” ujarnya, Selasa (13/1).
Dia menjelaskan, jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, dampaknya bisa cukup signifikan terhadap pergerakan pasar domestik. “Jika itu diimplementasi, maka akan ada outflow yang ckup besar di IHSG,” katanya.
Meski demikian, Michael menilai kondisi tersebut justru dapat dimanfaatkan oleh investor. “Karena harga itu merupakan koreksi teknis, bukan dari sisi fundamental,” imbuh dia.
Kandidat MSCI
Dalam rebalancing Februari 2026, dua emiten yang terafiliasi dengan konglomerasi mencuat sebagai kandidat kuat untuk masuk indeks MSCI Standard Cap.
Keduanya adalah emiten batu bara milik Grup Bakrie-Grup Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), serta PT Petrosea Tbk (PTRO) yang berada di bawah Grup Barito milik Prajogo.