FTSE juga menyatakan keputusan lanjutan terkait perlakuan indeks terhadap pasar Indonesia akan dipertimbangkan kembali menjelang peninjauan indeks September 2026.
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap potensi tekanan lanjutan pada saham-saham dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi.
Dalam kajiannya, BRI Danareksa Sekuritas menilai hasil review FTSE kali ini berpotensi menjadi penentu arah sentimen jangka pendek IHSG.
BRI Danareksa memetakan dua skenario utama. Pertama, bila hasil FTSE kembali lebih buruk dari ekspektasi seperti yang terjadi pada review MSCI, pasar berisiko menghadapi tekanan lanjutan dan membuka perdagangan Senin dalam kondisi berat.
Sebaliknya, bila FTSE memilih lebih konservatif dan tidak melakukan penghapusan besar-besaran, hasil tersebut berpotensi menjadi katalis positif pertama bagi pasar saham Indonesia setelah beberapa pekan dihantam tekanan asing dan aksi jual beruntun.