Saat ini, sebagian besar pendapatan DEWA berasal dari perusahaan afiliasinya, antara lain PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia.
Per 31 Desember 2025, pemegang saham DEWA terdiri dari PT Andhesti Tungkas Pratama (8,55 persen), CIMB Securities Limited (6,38 persen), PT CGS International Sekuritas Indonesia (5,53 persen), Goldwave Capital Limited (9,38 persen), Zurich Assets International Ltd (6,18 persen), dan pemegang saham lainnya sebesar 64 persen.
Hingga Jumat (31/1/2026), saham DEWA rebound 2,86 persen ke Rp540 dan mencatatkan koreksi 21,17 persen dalam sepekan.
(DESI ANGRIANI)