Selain itu, pelemahan rupiah juga berpotensi meningkatkan inflasi impor sehingga memperkuat skenario suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
"Di tengah tingginya biaya pendanaan, tekanan terhadap NIM, dan potensi kenaikan biaya pencadangan, kami menurunkan proyeksi pertumbuhan laba agregat bank menjadi 1,8 persen pada 2026," tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya Jumat (12/6/2026).
Kinerja Empat Bank Besar Masih Solid
Meski prospek ke depan lebih menantang, kinerja empat bank terbesar nasional masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat hingga empat bulan pertama 2026.
Laba bersih agregat empat bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencapai Rp62,1 triliun atau tumbuh 8 persen secara tahunan.
Capaian tersebut setara dengan 37 persen dari proyeksi laba setahun penuh yang telah direvisi, atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata realisasi empat bulan pertama dalam empat tahun terakhir yang berada di kisaran 30 persen.