sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pelemahan Rupiah dan Suku Bunga Tinggi Diproyeksi Tekan Laba Perbankan 2026

Market news editor Desi Angriani
14/06/2026 15:03 WIB
Pertumbuhan laba agregat bank-bank diproyeksi turun menjadi 1,8 persen secara tahunan (yoy) pada 2026, dari sebelumnya 4,6 persen.
Pelemahan Rupiah dan Suku Bunga Tinggi Diproyeksi Tekan Laba Perbankan 2026 (Foto: dok Freepik)
Pelemahan Rupiah dan Suku Bunga Tinggi Diproyeksi Tekan Laba Perbankan 2026 (Foto: dok Freepik)

Namun demikian, tekanan terhadap margin bunga mulai terlihat. Pada periode Januari-April 2026, NIM gabungan empat bank besar turun 18 basis poin menjadi 5,1 persen. Penurunan tersebut terjadi karena imbal hasil aset turun 46 basis poin, lebih besar dibandingkan penurunan biaya dana yang hanya mencapai 31 basis poin.

Di sisi lain, pertumbuhan kredit masih cukup kuat sebesar 14 persen secara tahunan, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 13 persen. Kondisi ini mendorong rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) empat bank besar naik menjadi 89 persen, tertinggi dalam 11 bulan terakhir.

Samuel Sekuritas mencatat kualitas aset hingga April 2026 masih relatif terjaga. Kinerja laba yang melampaui ekspektasi sebagian besar ditopang oleh biaya kredit (credit cost) yang lebih rendah dari perkiraan.

Meski demikian, pertumbuhan laba diperkirakan melambat pada sisa tahun berjalan. Samuel memperkirakan pertumbuhan laba bersih yang mencapai 7,5 persen pada empat bulan pertama akan melandai menjadi hanya 1,8 persen pada akhir tahun akibat tekanan NIM dan kenaikan biaya kredit.

Rekomendasi Sektor Diturunkan

Seiring revisi proyeksi laba tersebut, Samuel Sekuritas menurunkan rekomendasi sektor perbankan menjadi neutral.

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement