sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pelemahan Rupiah dan Suku Bunga Tinggi Diproyeksi Tekan Laba Perbankan 2026

Market news editor Desi Angriani
14/06/2026 15:03 WIB
Pertumbuhan laba agregat bank-bank diproyeksi turun menjadi 1,8 persen secara tahunan (yoy) pada 2026, dari sebelumnya 4,6 persen.
Pelemahan Rupiah dan Suku Bunga Tinggi Diproyeksi Tekan Laba Perbankan 2026 (Foto: dok Freepik)
Pelemahan Rupiah dan Suku Bunga Tinggi Diproyeksi Tekan Laba Perbankan 2026 (Foto: dok Freepik)

Kendati demikian, valuasi saham perbankan dinilai sudah cukup menarik karena sebagian besar saham bank dalam cakupan riset diperdagangkan mendekati atau bahkan di bawah level minus dua standar deviasi berdasarkan rasio price to book value (PBV).

Di antara saham perbankan, Samuel tetap menjadikan Bank Mandiri sebagai pilihan utama dengan target harga Rp6.000 per saham.

Saham BMRI dinilai memiliki potensi kenaikan (upside) tertinggi sekitar 41 persen, didukung pertumbuhan laba dan laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) yang kuat masing-masing sebesar 19 persen dan 14 persen secara tahunan hingga April 2026.

Selain itu, pertumbuhan kredit BMRI mencapai 18 persen secara tahunan dan biaya kredit masih berada di bawah panduan manajemen, sehingga membuka peluang adanya kejutan positif pada kinerja mendatang.

Basis pendanaan murah (CASA) yang besar juga dinilai memberikan keunggulan bagi BMRI dalam menghadapi tekanan biaya dana yang lebih tinggi.

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement