sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pelemahan Rupiah dan Suku Bunga Tinggi Diproyeksi Tekan Laba Perbankan 2026

Market news editor Desi Angriani
14/06/2026 15:03 WIB
Pertumbuhan laba agregat bank-bank diproyeksi turun menjadi 1,8 persen secara tahunan (yoy) pada 2026, dari sebelumnya 4,6 persen.
Pelemahan Rupiah dan Suku Bunga Tinggi Diproyeksi Tekan Laba Perbankan 2026 (Foto: dok Freepik)
Pelemahan Rupiah dan Suku Bunga Tinggi Diproyeksi Tekan Laba Perbankan 2026 (Foto: dok Freepik)

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia (BI) telah membalikkan arah kebijakan moneternya dengan menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali. 

Kenaikan tersebut terdiri dari 50 basis poin pada Rapat Dewan Gubernur Mei 2026 dan tambahan 25 basis poin melalui keputusan di luar jadwal pada 9 Juni 2026, sehingga suku bunga acuan kini berada di level 5,50 persen.

Menurut Samuel Sekuritas, kombinasi suku bunga tinggi dan rupiah yang melemah akan memberikan tekanan terhadap sektor perbankan melalui tiga jalur utama.

Pertama, biaya dana (cost of fund/CoF) berpotensi meningkat, terutama bagi bank yang masih bergantung pada deposito berjangka. 
Kedua, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) diperkirakan terus tertekan karena kenaikan bunga simpanan berlangsung lebih cepat dibandingkan penyesuaian bunga kredit. 

Ketiga, risiko kualitas aset meningkat seiring naiknya biaya pinjaman di tengah daya beli masyarakat yang masih lemah.

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement