AALI
9800
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1365
ACES
1200
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3310
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
177
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1260
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
67
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
730
AKSI
685
ALDO
1355
ALKA
300
ALMI
282
ALTO
268
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.28
0.93%
+4.69
IHSG
6600.82
0.5%
+32.65
LQ45
946.86
0.8%
+7.52
HSI
24289.90
0.19%
+46.29
N225
27011.33
-0.44%
-120.01
NYSE
0.00
-100%
-16413.97
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
849,695 / gram

Pembatasan Mobilitas di China Bikin Harga Minyak Dunia Turun Tipis

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 14 Januari 2022 13:02 WIB
Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan Jumat siang (14/1/2022).
Pembatasan Mobilitas di China Bikin Harga Minyak Dunia Turun Tipis. (Foto: MNC Media)
Pembatasan Mobilitas di China Bikin Harga Minyak Dunia Turun Tipis. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan Jumat siang (14/1/2022). Salah satu yang menjadi sentimen negatif adalah kebijakan pembatasan mobilitas yang dilakukan di China.

Pelemahan ini terjadi di tengah ekspektasi pasar bahwa Amerika Serikat akan mengeluarkan kebijakan untuk menstabilkan harga tetap berada di atas USD80 per barel. Sementara itu, pembatasan mobilitas di China turut membebani permintaan bahan bakar.

Hingga pukul 12:39 WIB, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun -0,16% di USD81,99/barel, sementara Brent Oil berjangka unggul tipis 0,07% di USD84,53/barel.

China, sebagai konsumen minyak terbesar kedua di dunia telah menangguhkan sejumlah penerbangan internasional sebagai upaya untuk mengendalikan wabah virus corona, khususnya di wilayah Tianjin. Sementara itu, wabah Omicron juga dikabarkan telah menyebar hingga Dalian.

Sejumlah kota, termasuk Beijing, terus mendesak warganya untuk tetap berada di rumah selama liburan Tahun Baru Imlek. Hal ini membebani permintaan bahan bakar untuk kebutuhan transportasi.

China yang merupakan importir minyak utama dunia juga mencatat ada penurunan pertama kalinya terhadap pengiriman minyak mentah dari luar negeri. Ini terjadi menyusul langkah pemerintahan Beijing yang memakai cadangan besar-besaran.

Analis mencermati laporan Covid-1q9 di China dan penjualan cadangan minyak strategis di Amerika Serikat sebagai dua isu utama pergerakan komoditas ini.

Departemen Energi AS pada hari Kamis (13/1) lalu mengumumkan pihaknya telah menjual 18 juta barel cadangan minyak mentah strategis kepada enam perusahaan, termasuk Exxon Mobil dan satu unit pengilangan Valero Energy Corp.

Sejumlah lembaga keuangan memproyeksikan harga minyak akan mencapai USD100 per barel pada akhir tahun ini karena permintaan diperkirakan melebihi pasokan.

"Prospek jangka pendek masih memiliki cukup berisiko," kata Analis OANDA Edward Moya dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Jumat (14/1/2022).

Di tengah upaya menstabilkan harga minyak agar tetap di atas USD80, baru-baru ini muncul tekanan politik dari Gedung Putih untuk melobi negara-negara yang tergabung dalam OPEC+ untuk mencapai kuota produksi mereka. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD