AALI
9500
ABBA
274
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
705
ACST
167
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
765
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3080
AGAR
316
AGII
2310
AGRO
850
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
84
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1615
AKRA
1180
AKSI
272
ALDO
770
ALKA
296
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.01
-0.11%
-0.58
IHSG
7086.85
0.03%
+2.19
LQ45
1007.14
-0.07%
-0.66
HSI
20045.77
-0.77%
-156.17
N225
28249.24
0.26%
+73.37
NYSE
15273.23
0.32%
+49.03
Kurs
HKD/IDR 675
USD/IDR 14,929
Emas
853,771 / gram

Pemerintah Resmi Tarik Pajak Netflix dan Spotify 10 Persen

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 26 Juni 2020 10:45 WIB
Kementerian Keuangan memastikan akan mulai menarik pajak kepada perusahaan digital seperti Netflix hingga Spotify yang mengambil keuntungan di Indonesia.
Pemerintah Resmi Tarik Pajak Netflix dan Spotify 10 Persen. (Foto: Ist)
Pemerintah Resmi Tarik Pajak Netflix dan Spotify 10 Persen. (Foto: Ist)

IDXChannel - Kementerian Keuangan memastikan akan mulai menarik pajak kepada perusahaan digital seperti Netflix hingga Spotify yang mengambil keuntungan di Indonesia meskipun berkantor di luar negeri. Hal tersebut sejalan dengan PMK nomor 48/2020 yang mulai berlaku pada 1 Juli 2020.

"Jadi, kami bisa melakukan pemungutan sesuai dengan PMK 48 selama penjualnya dalam hal ini pelaku usaha maupun PPMSE dari luar negeri maupun dalam negeri yang jual barang-barang tersebut," ujar Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak (DJP) Arif Yanuar di laman website Kementerian Keuangan, pada Kamis (26/6/2020).

Sejatinya, kebijakan PMSE ini diterapkan untuk meningkatkan kesetaraan level playing field antara pelaku usaha konvensional dengan pelaku digital serta pelaku digital dalam negeri maupun luar negeri.

Kemudian, lanjut Arif, perusahaan yang ditetapkan sebagai pemungut akan diberikan nomor identitas perpajakan sebagai sarana administrasi perpajakan. Nomor identitas ini bisa berupa NPWP maupun nomor identitas perpajakan sebagai pelaku usaha pengguna PMSE.

Lalu, subjek Pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% dari nilai uang yang dibayar oleh pembeli Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PSME). Oleh karena itu melakukan pembayaran, dalam invoice konsumen akan langsung ditambahkan PPN 10%.

"Apabila bertransaksi dengan pemungut otomatis di invoice muncul tambahan PPN 10% saat ada tagihan. Pemungutan apabila dilakuan pembelian atau pembayaran oleh konsumen," jelasnya (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD