Karenanya, SIG sengaja membentuk mekanisme koordinasi intensif lintas fungsi agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dan para pelaku pembangunan memperoleh kepastian pasokan. Seluruh sumber daya SIG kami arahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi sehingga kondisi pasar dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin," ujar Indrieffouny.
Selain memastikan kelancaran pasokan, SIG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, jaringan distributor, dan pemangku kepentingan lainnya guna menjaga distribusi berjalan secara tertib dan efisien.
Dalam hal ini, SIG mengimbau kepada seluruh mitra penyalur untuk mengedepankan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab sehingga produk dapat diterima konsumen secara merata.
Indrieffouny juga menambahkan bahwa kebijakan Perseroan terhadap daerah terdampak bencana banjir diakhir 2025 lalu, yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yaitu dengan tidak melakukan kenaikan harga, meski harus diakui bahwa Perseroan saat ini tengah mengalami tekanan biaya produksi dan distribusi akibat kenaikan harga batubara, solar dan spare part.