Pendapatan Anjlok Imbas Pandemi Covid-19, Burger King PHK 1.600 Pekerja

Market News
Shifa Nurhaliza
Jumat, 10 Juli 2020 10:45 WIB
CEO Burger King Inggris Alasdair Murdoch tetap akan menutup secara permanen 10% pertokoan dari restorannya.
Pendapatan Anjlok Imbas Pandemi Covid-19, Burger King PHK 1.600 Pekerja. (Foto: Ist)

IDXChannel - Meski banyak digemari masyarakat, CEO Burger King Inggris Alasdair Murdoch tetap akan menutup secara permanen 10% pertokoan dari restorannya. Tak hanya itu, akibat anjloknya pendapatan perusahaan, ia pun terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 800-1.600 pekerjanya.

"Stimulus yang diberikan pemerintah belum banyak membantu. Jika kami bisa menghindarinya, kami sudah pasti melakukannya. Kami juga tidak ingin kehilangan apa pun, dan terus berusaha keras untuk tidak melakukan PHK. Namun apa boleh buat, 10% dari restoran mungkin tidak dapat bertahan," kata Murdoch dilansir iNews, Kamis (9/7/2020).

Sementara itu, Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan berupa subsidi 50% tagihan restoran yang diberikan berupa diskon makan kepada penduduk setempat hingga 10 poundsterling atau setara Rp181.953 per orang.

"Itu merupakan upaya untuk membuka kembali ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Dan itu adalah pendekatan yang cukup inovatif dari pemerintah, dan Burger King akan ikut berpartisipasi dalam program tersebut," jelas Murdoch.

Namun, skema pemerintah untuk membantu industri restoran itu tidak cukup untuk mengatasi beban biaya tetap dan kehilangan penjualan. Burger King saat ini telah membuka kembali sekitar 370 dari 530 restorannya di Inggris. (*)

Baca Juga