Sementara itu, posisi kas perseroan mengalami lonjakan signifikan. Kas dan setara kas pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp771,39 miliar atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp361,69 miliar pada 2024. Peningkatan tersebut didorong oleh penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar serta pelepasan sebagian kepemilikan saham anak usaha senilai Rp664,6 miliar.
Dari sisi neraca, total aset INPP meningkat 4,84 persen menjadi Rp10,18 triliun dari sebelumnya Rp9,71 triliun. Ekuitas konsolidasian juga naik menjadi Rp6,73 triliun dibandingkan Rp6,29 triliun pada tahun sebelumnya.
Kenaikan ekuitas terutama didorong oleh kontribusi kepentingan non-pengendali yang mencatatkan laba sebesar Rp148,41 miliar, sementara pemilik entitas induk membukukan rugi Rp98,59 miliar. Adapun total liabilitas perseroan tercatat relatif stabil di level Rp3,44 triliun, sedikit meningkat dibandingkan Rp3,42 triliun pada tahun sebelumnya.
(Shifa Nurhaliza Putri)