Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko Dessy Emastari Prihatiningtyas menambahkan, penurunan pendapatan yang terjadi di kuartal I-2026 ini disebabkan oleh penurunan pendapatan usaha di Tersus (Terminal Khusus). Penurunan pendapatan dari aktivitas di terminal khusus ini terutama disebabkan oleh kombinasi faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi volume layanan.
Misalnya ada penurunan produksi komoditas seperti batu bara, CPO, dan mineral, yang membuat traffic kapal berkurang sehingga permintaan jasa pilotage dan juga towage itu menurun. Selain itu terjadi perubahan pola logistik di mana sebagian pengangkutan dialihkan ke jalur distribusi lain.
"Jadi meskipun revenue Q1 belum mencapai target, laba tetap tercapai berkat pengelolaan biaya operasional yang lebih efisien, sehingga margin laba perusahaan tetap terjaga," kata Dessy.
IPCM juga telah menyiapkan sejumlah strategi bisnis untuk menjaga momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, antara lain melakukan ekspansi layanan di Terminal Khusus (TERSUS) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) melalui penguatan kerjasama strategis dengan para mitra.
Di saat yang sama, Perseroan tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan dan memastikan standar keselamatan operasional tetap terjaga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemeliharaan tingkat pelayanan (Level of Service) yang optimal serta penerapan budaya keselamatan kerja yang konsisten guna mempertahankan pencapaian zero fatality di seluruh wilayah operasional Perseroan.
(NIA DEVIYANA)