Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Indonesia Arthur Angelo Syailendra menegaskan, Telkomsel masih menjadi kontributor utama terhadap kinerja perseroan.
"Telkomsel tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan tumbuh 3,3 persen menjadi Rp55,6 triliun," kata Arthur.
Pertumbuhan tersebut juga diikuti dengan peningkatan profitabilitas. Perbaikan monetisasi dan disiplin biaya mendorong EBITDA Telkomsel tumbuh 8,6 persen secara tahunan, sementara margin EBITDA meningkat 230 basis poin menjadi 46,9 persen.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan mengatakan, momentum perbaikan kinerja Telkomsel semakin terlihat pada kuartal II-2026.
Pada periode tersebut, pendapatan Telkomsel tumbuh 5,3 persen yoy menjadi Rp28 triliun dan meningkat 1,6 persen secara kuartalan. EBITDA tumbuh 10,3 persen yoy, sedangkan laba bersih melonjak 24,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.