Atas prospek tersebut, Bahana memulai cakupan saham TINS dengan rekomendasi buy dan target harga Rp4.400 per unit.
Pada Kamis (30/7/2026) pagi, saham TINS diperdagangkan di level Rp3.520 per unit.
Pandangan positif juga disampaikan analis UOB Kay Hian Benyamin Mikael dan Alden Gabriel Lam dalam riset yang diterbitkan pada 23 Juli 2026.
Menurut mereka, PT Timah menargetkan penjualan timah sebesar 20.000-24.000 ton pada 2026, atau tumbuh sekitar 20-44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut ditopang oleh prospek produksi yang lebih tinggi serta harga timah yang tetap kuat.