Menurut UOB Kay Hian, investor perlu mencermati hasil valuasi akhir dan struktur transaksi tersebut.
Pasalnya, apabila membutuhkan penerbitan saham baru dalam jumlah besar, aksi korporasi itu berpotensi menimbulkan dilusi terhadap kepemilikan pemegang saham.
Dari sisi valuasi, UOB Kay Hian menilai saham TINS masih menarik.
Perseroan diperdagangkan pada valuasi sekitar 3,7 kali enterprise value terhadap EBITDA (EV/EBITDA) proyeksi 2026, hanya sedikit di atas rata-rata minus satu standar deviasi dalam tiga tahun terakhir.
Selain itu, valuasi TINS masih diperdagangkan dengan diskon sekitar 83 persen dibandingkan perusahaan timah dan rare earth global, sehingga dinilai masih memiliki ruang apresiasi. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.