IDXChannel - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam mengantongi laba bersih Rp6,91 triliun pada semester I-2026.
Laba tersebut meningkat 34 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp5,14 triliun.
"Perusahaan mampu mempertahankan kinerja keuangan yang positif, didukung oleh penguatan kinerja operasional serta penerapan disiplin pengelolaan modal kerja, arus kas, dan likuiditas secara konsisten," ujar Direktur Utama Antam Untung Budiharto dalam keterbukaan informasi BEI, Sabtu (29/8/2026).
Sejalan dengan peningkatan laba, perseroan mencatatkan pertumbuhan EBITDA sebesar 35 persen menjadi Rp9,62 triliun dari Rp7,11 triliun pada semester I-2025.
ANTAM juga meraup kenaikan laba kotor 32 persen menjadi sebesar Rp10,85 triliun, dengan laba usaha mencapai Rp8,44 triliun, atau tumbuh 38 persen.
Kinerja profitabilitas Antam hingga Juni 2026 juga didukung oleh kenaikan penghasilan lain-lain sebesar 41 persen menjadi Rp559,37 miliar yang didukung oleh kenaikan laba selisih kurs dan bagian keuntungan entitas asosiasi .
Capaian tersebut mendorong nilai laba bersih per saham dasar naik 36 persen menjadi sebesar Rp265,85 per saham dari sebelumnya Rp195,43 per saham dasar.
"Pencapaian ini menjadi landasan bagi Antam untuk terus meningkatkan kinerja melalui penguatan beyond operational excellence, sehingga perusahaan dapat semakin unggul, adaptif, dan mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," tuturnya.
Sementara itu, perseroan meraup pendapatan sebesar Rp62,71 triliun di semester I-2026, tumbuh 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp59,02 triliun.
Penjualan domestik berkontribusi sebesar Rp60,15 triliun atau setara 96 persen. Di mana produk emas menjadi kontributor terbesar dengan proporsi 80 persen atau mencapai Rp50,39 triliun.
Segmen nikel (feronikel dan bijih nikel) berkontribusi sebesar 17 persen atau mencapai Rp10,41 triliun, dan segmen bauksit dan alumina berkontribusi sebesar 3 persen dengan nilai Rp1,88 triliun.
Hingga Juni 2026, total aset Antam mencapai Rp61,27 triliun, jumlah ekuitas Rp38,53 triliun dengan kas dan setara kas sebesar Rp9,23 triliun.
(DESI ANGRIANI)