AALI
9850
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
755
ACES
1465
ACST
284
ACST-R
0
ADES
1695
ADHI
1170
ADMF
8075
ADMG
173
ADRO
1195
AGAR
428
AGII
1110
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
72
AIMS
458
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3340
AKSI
0
ALDO
885
ALKA
234
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.74
-0.19%
-0.89
IHSG
5966.07
-0.16%
-9.84
LQ45
889.10
-0.15%
-1.32
HSI
28515.76
0.34%
+97.78
N225
29391.19
2.01%
+578.56
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,856
USD/IDR 14,435
Emas
829,817 / gram

Penjualan Meningkat, Sierad Cetak Rp1,15 Triliun di Kuartal I-2020

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Kamis, 11 Juni 2020 09:45 WIB
PT Sierad Produce Tbk (SIPD) cetak penjualan bersih Rp1,15 triliun hingga periode 31 Maret 2020.
Penjualan Meningkat, Sierad Cetak Rp1,15 Triliun di Kuartal I-2020. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Sierad Produce Tbk (SIPD) cetak penjualan bersih Rp1,15 triliun hingga periode 31 Maret 2020 naik dibandingkan penjualan bersih Rp928,30 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Menurut laporan keuangan perseroan di Keterbukaan Informasi BEI, pada Kamis (11/6/2020), menyebutkan bahwa beban pokok penjualan naik menjadi Rp976,98 miliar dari beban pokok penjualan Rp797,95 miliar. Sedangkan laba bruto naik menjadi Rp173,68 miliar dari laba bruto Rp130,35 miliar.

Tercatat beban usaha naik menjadi Rp114,45 miliar dari beban usaha Rp93,74 miliar tahun sebelumnya dan laba usaha naik menjadi Rp59,23 miliar dari laba usaha Rp36,61 miliar. Beban lain-lain bersih naik jadi Rp22,63 miliar dari beban lain-lain bersih tahun sebelumnya Rp18,74 miliar.

Laba sebelum pajak diraih Rp36,59 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp17,88 miliar tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp29,16 miliar naik dari laba tahun sebelumnya Rp13,25 miliar.

Sementara itu, total aset perseroan mencapai Rp2,42 triliun hingga periode 31 Maret 2020 turun tipis dibandingkan total aset yang tercatat Rp2,47 triliun hingga periode 31 Desember 2019. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD