AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Penjualan Naik Tipis, Laba INTP Merosot Terimbas Kenaikan Harga Bahan Bakar

MARKET NEWS
Tim IDXChannel
Rabu, 11 Mei 2022 19:31 WIB
meski pendapatan meningkat tipis, sejumlah beban yang ditanggung perusahaan juga turut meningkat.
Penjualan Naik Tipis, Laba INTP Merosot Gara-Gara Kenaikan Harga Bahan Bakar (foto: MNC Media)
Penjualan Naik Tipis, Laba INTP Merosot Gara-Gara Kenaikan Harga Bahan Bakar (foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berhasil mempertahankan kinerja pendapatannya untuk tetap tumbuh di Triwulan I/2022 lalu, meski dengan porsi pertumbuhan yang teramat tipis.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang tersaji dalam program 1st Session Closin IDXChannel, Rabu (11/05/2022), nilai pendapatan INTP di tiga bulan pertama 2022 sebesar Rp3,55 triliun. Nilai tersebut terhitung tumbuh 3,4 persen dibanding realisasi pendapatan pada Triwulan I/2021 yang sebesar Rp3,43 triliun.

Tumbuhnya pendapatan ditopang oleh kinerja penjualan pihak ketiga yang juga meningkat tipis sebesar 2,72 persen menjadi Rp3,23 triliun. Selain itu, peningkatan penjualan beton siap pakai dan juga penjualan agregat pihak ketiga juga turut ambil peranan.

Namun demikian, meski pendapatan meningkat tipis, sejumlah beban yang ditanggung perusahaan juga turut meningkat, bahkan dengan persentase lonjakan yang jauh lebih besar. Misalnya saja poin beban pokok pendapatan perusahaan yang naik 11,07 persen dari semula Rp2,33 triliun menjadi Rp2,59 triliun untuk perbandingan periode yang sama. Kenaikan beban terutama dipicu meningkatnya biaya bahan bakar dan listrik, serta beban pengepakan dan beban usaha yang juga ikut mengalami peningkatan.

Hal ini membuat laba bersih INTP turut terpangkas menjadi hanya Rp182,55 miliar. Jumlah ini merosot tajam hingga 48,04 persen dibandingkan laba bersih pada periode sama tahun sebelumnya, yang mencapai Rp351,58 miliar. (TSA/Tirta)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD