AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Per September 2018, Bakrieland Catat Laba Bersih Rp3,1 Triliun

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Rabu, 21 November 2018 16:45 WIB
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat laba bersih sebesar Rp3,1 triliun hingga kuartal III-2018 atau naik 17.98% secara year on year (yoy).
Per September 2018, Bakrieland Catat Laba Bersih Rp3,1 Triliun. (Foto: iNews)

IDXChannel – Salah satu emiten di industri properti, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat laba bersih sebesar Rp3,1 triliun hingga kuartal III-2018 atau naik 17.98% secara year on year (yoy) pada periode yang sama pada 2017 mengalami rugi Rp11,36 miliar.

Pendapatan tersebut di dapat dari penyelesaian utang obligasi global sebesar USD270 juta. Hal ini menjadikan sisa utang menjadi bunga ELTY hingga kuartal III-2018 turun ke angka Rp1,66 triliun dari awalnya sebesar Rp5,76 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Namun, dengan kondisi tersebut membuat total aset perusahaan di kuartal tiga menurun sebesar 0,59% menjadi Rp14 triliun dari Rp14,08 triliun. "Terjadi penurunan atas aset tetap dan properti," kata Direktur Keuangan PT Bakrieland Development Buce Yeef di Jakarta.

Pendapatan perusahaan hingga kuartal III-2018 mencapai Rp801,53 miliar, ungkap Buce, yang terdiri dari pendapatan berulang sebesar Rp650,91 dan pendapatan tidak berulang Rp150,62 juta. Sementara, pendapatan menurun dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp916,67 miliar.

“Pendapatan reccuring (berulang) yang mencapai 81% ini merupakan kontribusi dari taman hiburan, makanan, minuman, perhotelan, serta sewa dan pengelolaan perkantoran beserta pusat perbelanjaan," imbuhnya  pada Rabu (21/11) di Jakarta.

Dirinya berharap proyek-proyek yang baru dimulai pada pertengahan 2018 ini akan berkontribusi pada pendapatan perusahaan di tahun 2019. Selain itu, investor PT Bakrieland Development Tbk yang selama ini menolak aksi korporasi perusahaan untuk melakukan penggabungan nilai saham (reverse stock split) mulai melunak, dan mempersilahkan perseroan melanjutkan rencana tersebut.

Namun, para investor ritel tersebut memberikan catatan, sebelumnya perusahaan harus menunjukkan rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) agar terbangun kepercayaan antara pemegang saham dari manajemen perusahaan.  (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD