Perseroan menargetkan implementasi AI dilakukan secara bertahap hingga pertengahan 2028. Transformasi ini diarahkan agar sekitar 90 persen komposisi tenaga kerja berada pada level Supervisor dan Manager, dengan dukungan sistem AI yang mampu mengotomatisasi berbagai aktivitas administratif maupun operasional yang bersifat repetitif.
Melalui transformasi tersebut, perseroan menargetkan peningkatan efisiensi proses operasional dan bisnis hingga 45 persen, mempercepat pengambilan keputusan manajemen melalui pemanfaatan data secara real-time, meningkatkan kepuasan dan retensi pelanggan, serta memperkuat posisi Fox Logger sebagai perusahaan teknologi yang menghadirkan inovasi untuk menyederhanakan proses bisnis pelanggan.
Strategi tersebut juga sejalan dengan visi perseroan menjadi pelopor solusi Internet of Things (IoT) untuk transportasi darat yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan dalam menghadirkan layanan yang lebih cepat, akurat, dan bernilai tambah.
Perseroan meyakini penerapan AI secara menyeluruh tidak hanya akan meningkatkan produktivitas internal, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi perkembangan industri teknologi yang semakin dinamis. Dengan fondasi teknologi yang terus diperkuat, Fox Logger optimistis mampu menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pelanggan, mitra usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
(Rahmat Fiansyah)