sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Performa Bisnis Mulai Pulih, Krakatau Steel (KRAS) Kantongi Pendapatan USD262,4 juta

Market news editor Taufan Sukma Abdi Putra
27/04/2026 19:22 WIB
Perseroan semakin optimistis dalam memasang target laba bersih setahun penuh (full year) sebesar USD129 juta pada 2026 ini.
Performa Bisnis Mulai Pulih, Krakatau Steel (KRAS) Kantongi Pendapatan USD262,4 juta (foto: iNews Media Group)
Performa Bisnis Mulai Pulih, Krakatau Steel (KRAS) Kantongi Pendapatan USD262,4 juta (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) membukukan pendapatan sebesar USD262,4 juta di sepanjang triwulan I-2026 lalu.

Dari capaian tersebut, produsen baja berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut berhasil menyisihkan laba bersih sebesar laba bersih sebesar USD4,6 juta, yang turut memperkuat posisi ekuitas Perseroan di angka USD 745,7 juta.

"Penguatan neraca ini memberikan kami stabilitas dalam menjalankan aktivitas operasional sekaligus menghadapi dinamika pasar yang sedang bergejolak saat ini," ujar Direktur Utama KRAS, Akbar Djohan, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Berdasarkan capaian positif tersebut, menurut Akbar, pihaknya pun semakin optimistis dalam memasang target laba bersih setahun penuh (full year) sebesar USD129 juta pada 2026 ini.

Akbar menjelaskan, target sebesar itu sengaja ditetapkan sebagai bagian dari upaya penguatan kinerja keuangan Perseroan secara keseluruhan.

Bagi Akbar, tren kinerja positif tersebut dapat dimaknai sebagai indikasi atas pemulihan performa pada awal tahun fiskal 2026, di mana kinerja Perseroan mulai meningkat, dengan program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam mengejar keberlanjutan tersebut.

"Hasil ini bisa dipandang sebagai sinyal positif bahwa program efisiensi yang telah kami jalankan mulai memberikan dampak terhadap stabilitas keuangan dan operasional Perusahaan," ujar Akbar.

Tak hanya itu, hasil positif ini bagi Akbar juga merupakan indikator bahwa program transformasi perusahaan mulai membuahkan hasil yang stabil. Meski demikian, Akbar juga menegaskan bahwa disiplin dalam pengelolaan biaya tetap menjadi prioritas utama.

"Kami akan tetap  menjaga agar  selalu konsisten dan bisa berkelanjutan. Dengan demikian Perseroan memiliki fondasi yang tangguh untuk mendukung kemandirian industri baja nasional," ujar Akbar.

Hingga Maret 2026, total produksi KRAS mencapai 360 ribu ton, yang didorong oleh beroperasinya fasilitas produksi utama secara optimal, di mana pabrik Hot Strip Mill (HSM) berkontribusi sebesar 230 ribu ton dan pabrik Cold Rolling Mill (CRM) sebesar 130 ribu ton.

Bagi Akbar, optimalisasi ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam menjalankan program penguatan permodalan bersama Danantara.

Dengan mengedepankan nilai tambah produk domestik, KRAS terus berupaya menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan industri manufaktur serta mendukung visi kemandirian ekonomi nasional.

"Kami fokus memastikan setiap lini produksi berjalan dengan efisien, agar dapat menghasilkan produk baja yang lebih kompetitif  dan dapat bersaing di pasar. Dengan fondasi yang lebih sehat ini, kami yakin Krakatau Steel dapat terus melangkah sebagai perusahaan yang memberikan nilai tambah yang berkelanjutan," ujar Akbar.

(taufan sukma)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement