Bagi Akbar, tren kinerja positif tersebut dapat dimaknai sebagai indikasi atas pemulihan performa pada awal tahun fiskal 2026, di mana kinerja Perseroan mulai meningkat, dengan program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam mengejar keberlanjutan tersebut.
"Hasil ini bisa dipandang sebagai sinyal positif bahwa program efisiensi yang telah kami jalankan mulai memberikan dampak terhadap stabilitas keuangan dan operasional Perusahaan," ujar Akbar.
Tak hanya itu, hasil positif ini bagi Akbar juga merupakan indikator bahwa program transformasi perusahaan mulai membuahkan hasil yang stabil. Meski demikian, Akbar juga menegaskan bahwa disiplin dalam pengelolaan biaya tetap menjadi prioritas utama.
"Kami akan tetap menjaga agar selalu konsisten dan bisa berkelanjutan. Dengan demikian Perseroan memiliki fondasi yang tangguh untuk mendukung kemandirian industri baja nasional," ujar Akbar.
Hingga Maret 2026, total produksi KRAS mencapai 360 ribu ton, yang didorong oleh beroperasinya fasilitas produksi utama secara optimal, di mana pabrik Hot Strip Mill (HSM) berkontribusi sebesar 230 ribu ton dan pabrik Cold Rolling Mill (CRM) sebesar 130 ribu ton.