“Kami menilai level ini mulai bersifat disruptif secara struktural, dengan pengaruh yang semakin besar terhadap penetapan harga, positioning produk, dan ketatnya persaingan di segmen pasar massal,” tulis Rudy dalam risetnya.
Tekanan juga datang dari melemahnya pangsa pasar Honda yang turun sekitar 4,6 poin persentase akibat kendala pasokan Brio Satya. Penurunan itu kemudian dimanfaatkan merek lain seperti Suzuki, Daihatsu, hingga produsen China untuk mengambil pangsa pasar.
MNC Sekuritas memperkirakan sebagian konsumen yang berpindah merek berpotensi tidak kembali lagi ke Honda meski pasokan mulai normal pada semester II-2026.
Di sisi lain, persaingan kendaraan hybrid di segmen SUV menengah dinilai semakin menarik. Model seperti Yaris Cross HEV, XL7 HEV, Rocky HEV, dan Fronx HEV dinilai berhasil membuktikan tingginya minat konsumen pada kendaraan elektrifikasi di rentang harga Rp200 juta-Rp350 juta.
Produsen Jepang disebut masih memiliki posisi kuat di segmen hybrid, sementara pemain China lebih fokus mendorong penetrasi mobil listrik murni di bawah Rp300 juta.