Salah satu ancaman terbesar bagi dominasi Jepang dinilai datang dari BYD M6 DM (Dual Mode). Mobil PHEV tersebut disebut berpotensi mengganggu pasar MPV nasional yang selama ini dikuasai Toyota Avanza-Daihatsu Xenia, Mitsubishi Xpander, hingga Suzuki XL7-Ertiga.
BYD M6 DM diperkirakan dijual pada kisaran Rp310 juta-Rp390 juta, namun menawarkan efisiensi bahan bakar yang jauh lebih tinggi dibandingkan hybrid konvensional.
BYD mengklaim konsumsi bahan bakarnya dapat mencapai sekitar 1:65 kilometer per liter, jauh di atas Veloz Hybrid yang berada di kisaran 1:28-29 kilometer per liter.
Menurut hemat Rudy, perpaduan teknologi, efisiensi, dan harga kompetitif berpotensi mempercepat disrupsi pasar MPV.
Ekspansi jaringan distribusi BYD yang kini mendekati 80 showroom juga dinilai mempercepat adopsi pasar.