Kendati ada kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi yang berpotensi membatasi permintaan domestik di tahun 2023, Ciptadana memperkirakan permintaan mie instan tetap bertahan.
“Kami memperkirakan pertumbuhan dari pendapatan mie sebesar 14 persen pada tahun 2023 menjadi Rp52,9 triliun, terutama didorong oleh penjualan dari Pinehill dan lokal,” tulis Ciptadana.
Selain itu, total pendapatan ICBP juga diproyesikan akan tumbuh hingga 11,4 persen menjadi Rp72,2 triliun dengan segmen dari pendapatan mie nstan berkontribusi 73 persen dari total pendapatan perusahaan.
Selain ketiga saham di atas, Ciptadana juga memilih PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebagai emiten pilihan di sektor tambang.
Adapun ANTM memiliki segmen usaha meliputi tambang nikel, emas, dan segmen operasi lainnya. ANTM juga tengah mempercepat pengembangan bisnis hilir nikel seperti EV hingga perusahaan baterai.
Dalam jangka panjang, ANTM juga akan memasok bahan baku ke industri baterai EV melalui smelternya di Halmahera Timur dengan kapasitas sebesar 13.500Tni/tahun yang akan beroperasi di tahun 2023.
Dengan demikian, pengoperasian smelter tersebut bisa menjadi potensi cuan bagi ANTM di tahun 2023 mendatang.
Kinerja Saham BBNI-ICBP Masih Positif
Melansir data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham emiten-emiten pilihan Ciptadana di atas masih mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2022.
Adapun saham BBNI memimpin melesatnya kinerja year to date (YTD) emiten di atas. Berdasarkan data BEI per Jumat (28/10), saham BBNI secara YTD melesat hingga 38,15 persen.
Sedangkan saham lainnya yaitu TLKM dan ICBP juga turut melesat sepanjang tahun 2022. Menurut data BEI pada periode yang sama, sahamnya kedua emiten tersebut masing-masing meningkat hingga 10,15 persen dan 12,64 persen.
Kendati saham emiten-emiten di atas sebagian besar masih mencatatkan pertumbuhan positif, harga saham ANTM justru terkontraksi sepanjang 2022. BEI mencatat, harga saham ANTM merosot hingga minus 18,44 persen secara YTD.
Meski tahun 2023 dihantui oleh ancaman resesi, potensi dari pertumbuhan sektor-sektor di atas dapat memberikan harapan bagi perekonomian Tanah Air di tengah krisis global.
Periset: Melati Kristina
(ADF)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.