IDXChannel - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar saham domestik mulai memasuki fase distribusi di tengah meningkatnya risiko ekonomi global, meskipun sejumlah bursa saham global justru mencatatkan penguatan.
Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan pelemahan pasar saham Indonesia saat ini terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tertekan serta disertai arus keluar dana asing.
IHSG tercatat melemah sekitar 0,6 persen ke level 7.048, dengan foreign net sell sekitar Rp1,2 triliun. Aksi jual investor asing terutama terjadi pada saham perbankan besar seperti BBRI dan BBNI, serta saham komoditas seperti BRMS dan BUMI.
Menurut Rully, kondisi ini menunjukkan adanya divergensi antara pasar domestik dengan pasar global. Pasalnya, indeks utama global seperti Dow Jones dan S&P 500 justru mencatatkan penguatan dalam periode yang sama.
Ia menambahkan, pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika arus dana asing serta sentimen global.