Pada periode tersebut, investor domestik justru mengakumulasi aksi jual senilai Rp288,29 miliar, dan aksi beli Rp253,89 miliar. Sehingga investor domestik mencatatkan aksi jual sebesar Rp34,4 miliar.
Menurutnya, meningkatnya kepemilikan investor asing menunjukkan bahwa prospek PGEO masih mendapat perhatian dari pasar internasional. Perseroan pun berharap minat investor domestik dapat terus tumbuh sehingga tidak tertinggal dibandingkan investor asing.
"Kalau kita melihat sekarang, tren beberapa waktu terakhir, decision shareholder dari foreign meningkat. Kita melihat sebenarnya jangan sampai minat atau perhatian dalam negeri kalah, karena kalau kita kaji dari luar negeri sudah sangat tertarik dan proporsinya naik terus," kata Fransetya.
Dengan demikian, PGEO saat ini lebih memprioritaskan pemenuhan ketentuan free float melalui sejumlah alternatif aksi korporasi yang masih dalam tahap kajian internal. Perseroan memastikan target peningkatan free float menjadi 15 persen pada 2028 tetap menjadi komitmen yang akan dipenuhi.
(NIA DEVIYANA)