Akibatnya, kinerja pasar saham domestik tertinggal dibandingkan negara peers seperti China, India, dan ASEAN.
Namun, Indo Premier menilai sebagian besar kekhawatiran tersebut berpotensi mereda dalam waktu dekat.
Dari sisi status pasar, risiko penurunan ke frontier dinilai sangat kecil.
“Berdasarkan diskusi dengan investor asing, risiko penurunan status ke pasar frontier dinilai sangat kecil, terutama setelah peringatan dari MSCI yang mendorong IHSG untuk meningkatkan transparansi dan kualitas keterbukaan informasi,” tulis analis Indo Premier.
Hal ini menyusul langkah regulator dan pelaku pasar meningkatkan transparansi, termasuk penambahan kategori pemegang saham menjadi 39 dari sebelumnya 9 kategori, pengungkapan kepemilikan di atas 1 persen, serta pembentukan daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC), praktik yang serupa dengan pasar Hong Kong.
Sementara itu, pemerintah juga berkomitmen menjaga defisit fiskal tetap di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), bahkan dalam skenario harga minyak mencapai USD100 per barel.